Sosialisasi HAKI bagi TI

Juli 2003 Menteri Kehakiman dan HAM beserta KAPOLRI bekerja sama dalam pemberlakuan Undang-Undang Hak Cipta No. 19 tahun 2002, departemen terkait ikut mensosialisasikan undang-undang ini kepada bangsa Indonesia dengan kerja nyata dan misi mulianya. HAKI bagi masyarakat Indonesia, yang baru-baru ini telah berlaku, banyak masyarakat mempertanyakan, atas ketidak siapan mereka menerima regulasi baru pemerintah. Sementara pemerintah mau tidak mau harus menjunjung tinggi hukum atas HAKI yang merupakan harga mati dan konsekwensi serius bagi negara-negara yang melanggarnya. Tanpa terasa pembajakan CD, VCD, DVD, CD software sudah menjadi bagian dari bangsa ini, sehingga masyarakat dari berbagai kalangan dapat menikmati aneka ragam manfaat dari pembajakan ini dari hulu sampai hilir. Bagaimana tidak, masyarakat tidak memiliki daya beli yang cukup tinggi untuk menikmati informasi dan infotainmen actual yang beredar saat ini. Untuk kalangan pelajar-mahasiswa, pengusaha kecil menengah, maupun pemerintahan sudah mendarah daging dengan software bajakan. Kita senang dengan teknologi terbaru dan terus mengikuti perkembangan TI di Indonesia, dengan modal hanya dua puluh ribu perak sudah mendapatkan berbagai macam versi operating system versi Microsoft termasuk aplikasi nya. Sehingga kita terpaku dengan begitu gemerlapnya teknologi microsoft yang tidak terasa telah memonopoli dan mengebiri kebebasan berkarya.

Di bagian dunia infotainmen lain lagi ceritanya, pembajakan CD lagu sudah merupakan momok menakutkan bagi artis-artis di Indonesia. Mereka bersama-sama menkampanyekan umbul-umbul bendera HAKI yang mereka percayai sebagai bagian dari proses preventif pembajakan. Sementara masyarakat kita butuh sesuatu yang fleksibel, customize, murah, dan mudah dinikmati. Mereka tidak membutuhkan seluruh album lagu yang dimiliki oleh seorang atau suatu grup musik, karena mungkin lagu yang mereka nikmati tidak semuanya enak didengar dan hit pada saat itu. Mungkin hanya 1 atau 3 buah judul lagu saja dalam satu album, sisanya mereka ingin mendengar dan mendapatkan lagu-lagu lain dari artis atau grup musik lainnya. Menurut kawan saya, di Jerman, gerai CD dan VCD lagu, sudah membidik cara efektif untuk menghindari pembajakan lagu, calon pembeli boleh memilih lagu yang mereka minati kemudian pemilik gerai toko siap dengan perangkat teknologi sederhananya membakar CD, kemudian pembeli sudah mendapatkan CD yang mereka customize kandengan harga murah. Teknologi lainnya dengan fasilitas internet, suatu grup musik atau artis, dapat mempromosikan lagu dan profilenya pada suatu website. Dalam website tersebut penggemar dan pembeli dapat membeli dengan cara memilih lagu yang diminati dan kemudian membayar dengan beberapa rupiah atau dollar lagu yang telah dipilih kemudian langsung di download melalui internet tadi. Hal ini merupakan bagian dan cara lain yang dapat menghindari pembajakan yang telah ada di Indonesia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: